pada tanggal 24 Maret 2009, teknikal meeting dilaksanakan di kolam renang UH (Univ. Hasanudin). pada hari ini, kapal phinisi yang kami buat mengalami sedikit kendala dimana frekuensi kerja dari pengontrol kapal kami terganggu dari peserta lain yaitu dari tim Politeknik Negeri Ujung Pandang.Namun berkat kesigapan tim kami, kami menggunakan rentang waktu yang cuma sehari sebelum perlombaan untuk memperbaiki dan merubah frekuensi kerja dari pengontrol kapal kami dan Alhamdulillah kapal kami pun tidak lagi mendapat interferensi frekuensi dari peserta lain manapun.
Adapun kapal yang kami gunakan, awalnya adalah sebuah miniatur kapal perang yang sudah dilengkapi dengan radio kontrol berfrekuensi 40MHz. namun karena dirasa masih kurang sesuai dengan tema lomba, maka miniatur kapal tersebut kami rubah sesuai dengan temanya sendiri yaitu kapal Phinisi. Untuk membuatnya, kami meniru dari miniatur kapal phinisi betulan yang kami dapat dari pengrajin miniatur kapal phinisi yang berada dikota Bulukumba, yaitu kota asal pembuatan kapal phinisi yang sebenarnya.sedangkan untuk pengunaan frekuensi kerjanya, awalnya kami hanya menurunkan frekuensinya dari 40MHz menjadi 39MHz. tapi dengan frekuensi ini, kapal kami masih terpengaruh oleh tim lain yang menggunakan frekuensi sekitar 40MHz.Oleh karena itu, kami merubahnya lagi dengan mengganti frekuensi kristal pada rangkaian pemancar menjadi 46MHz, dan menagatur ulang pada rangkaian penerimanya sehingga frekuensi antara pemancar dan penerimanya cocok.
Pada tanggal 25 Maret 2009, perlombaan Phinisi Goes To Toraja pu dimulai. Dengan berbekal perlengkapan seadanya kamipun berangkat menuju lokasi perlombaan dimulai yaitu di Kolam renang UH. disana kami melihat tim-tim lain sedang sibuk meng utak-atik miniatur kapal masing-masing. sedangkan dari tim kami, kami hanya bisa melihat-lihat tim lain bekerja membenahi kapal mereka karena kami merasa sudah tidak ada yang perlu di benahi pada kapal kami.
Akhirnya perlombaan pun dimulai. Pada babak pertama, diluar dari perkiraan, tim kami mampu memimpin skor pertandingan dengan perolehan skor 89, beda lima poin dengan tim Politeknik Negeri Ujungpandang (batman) yang memegan skor 84. Pada babak berikutnya, kapal kami pun mulai mengalami sedikit pengurangan kecepatan yang disebabkan oleh baterai yang digunakan pada kapal kami mulai lowbat sedangkan kami sendiri tidak mempunyai cadangan betrai.Akhirnya ditengah pertandingan semi final, tim kamipun harus rela meninggalkan lapangan karena kondisi kapal yang tidak mungkin di ikutkan lagi akibat terbaliknya kapal oleh terpaan angin kencang pada saat lomba dimulai. Namun kami merasa sudah cukup puas karena dewan juri akhirnya menjatuhkan pilihannya pada kapal tim kami sebagai kapal dengan desain terbaik. sungguh diluar dugaan bahwa kami akan mendapatkan kategori ini dengan hadiah uang tunai sebesar 1 juta rupiah, mengingat kapal ini dibuat dengan biaya seadanya yaitu 250rb rupiah ditambah sedikit sumbangan dari rekan-rekan diluar tim. Akhirnya kami mengucapkan banyak terimakasih kepada semua pihak yang telah ikut membantu kami dalam pembuatan kapal Active Phinisi yang dikerjakan hanya dalam waktu 2 hari 2 malam. tanpa jasa dan motivasi dari anda semua, kami tidak mungkin dapat meraih penghargaan ini.




Adapun kapal yang kami gunakan, awalnya adalah sebuah miniatur kapal perang yang sudah dilengkapi dengan radio kontrol berfrekuensi 40MHz. namun karena dirasa masih kurang sesuai dengan tema lomba, maka miniatur kapal tersebut kami rubah sesuai dengan temanya sendiri yaitu kapal Phinisi. Untuk membuatnya, kami meniru dari miniatur kapal phinisi betulan yang kami dapat dari pengrajin miniatur kapal phinisi yang berada dikota Bulukumba, yaitu kota asal pembuatan kapal phinisi yang sebenarnya.sedangkan untuk pengunaan frekuensi kerjanya, awalnya kami hanya menurunkan frekuensinya dari 40MHz menjadi 39MHz. tapi dengan frekuensi ini, kapal kami masih terpengaruh oleh tim lain yang menggunakan frekuensi sekitar 40MHz.Oleh karena itu, kami merubahnya lagi dengan mengganti frekuensi kristal pada rangkaian pemancar menjadi 46MHz, dan menagatur ulang pada rangkaian penerimanya sehingga frekuensi antara pemancar dan penerimanya cocok.
Pada tanggal 25 Maret 2009, perlombaan Phinisi Goes To Toraja pu dimulai. Dengan berbekal perlengkapan seadanya kamipun berangkat menuju lokasi perlombaan dimulai yaitu di Kolam renang UH. disana kami melihat tim-tim lain sedang sibuk meng utak-atik miniatur kapal masing-masing. sedangkan dari tim kami, kami hanya bisa melihat-lihat tim lain bekerja membenahi kapal mereka karena kami merasa sudah tidak ada yang perlu di benahi pada kapal kami.
Akhirnya perlombaan pun dimulai. Pada babak pertama, diluar dari perkiraan, tim kami mampu memimpin skor pertandingan dengan perolehan skor 89, beda lima poin dengan tim Politeknik Negeri Ujungpandang (batman) yang memegan skor 84. Pada babak berikutnya, kapal kami pun mulai mengalami sedikit pengurangan kecepatan yang disebabkan oleh baterai yang digunakan pada kapal kami mulai lowbat sedangkan kami sendiri tidak mempunyai cadangan betrai.Akhirnya ditengah pertandingan semi final, tim kamipun harus rela meninggalkan lapangan karena kondisi kapal yang tidak mungkin di ikutkan lagi akibat terbaliknya kapal oleh terpaan angin kencang pada saat lomba dimulai. Namun kami merasa sudah cukup puas karena dewan juri akhirnya menjatuhkan pilihannya pada kapal tim kami sebagai kapal dengan desain terbaik. sungguh diluar dugaan bahwa kami akan mendapatkan kategori ini dengan hadiah uang tunai sebesar 1 juta rupiah, mengingat kapal ini dibuat dengan biaya seadanya yaitu 250rb rupiah ditambah sedikit sumbangan dari rekan-rekan diluar tim. Akhirnya kami mengucapkan banyak terimakasih kepada semua pihak yang telah ikut membantu kami dalam pembuatan kapal Active Phinisi yang dikerjakan hanya dalam waktu 2 hari 2 malam. tanpa jasa dan motivasi dari anda semua, kami tidak mungkin dapat meraih penghargaan ini.